Rahasia Menjual : 3 Alasan Mengapa Pengunjung Membeli (atau Tidak) Di Online Shop Anda

Konsumen perlu 3 alasan sebelum membeli produk di online shop Anda.

Absennya satu alasan berakibat pengunjung tidak membeli.

Jadi taruhannya benar-benar antara hidup atau mati bagi bisnis Anda.

Tapi jangan khawatir…

Saya akan menunjukkan ketiga alasan tersebut dalam newsletter hari ini… PLUS langkah-langkah praktis menghadirkannya di online ahop Anda.

Baca sampai selesai, sebab ini akan menjadi kunci sukses Anda memasarkan produk via online.

Tanpa basa-basi lagi berikut 3 alasan tersebut.

Alasan #1 Mengapa saya harus membeli dari anda ?

Ketika seseorang ingin belanja, maka pertanyaan pertama mereka adalah dimana tempat membeli.

Benar, internet memudahkan konsumen menemukan penjual. Namun kemudahan itu sekaligus kutukan bagi Anda. Persaingan keras.

Social media ?

Ribuan toko online memompa tweet dan posting status setiap hari, dan semua mengklaim sebagai pilihan terbaik.

Mesin pencari ?

Ketika konsumen googling kata kunci ‘toko online [nama produk]’, maka hasil pencarian organik akan menampilkan 10 toko online disetiap halaman. Plus belasan toko online pengguna iklan AdWord dibagian atas, bawah dan sidebar.

Hari ini Anda perlu alasan yang kuat agar konsumen memilih Anda.

Sementara banyak pakar social media menyarankan cara-cara generik memasarkan produk, disini saya akan berbagi dengan Anda satu trik yang jarang diketahui orang, yaitu :

Jadilah penyedia informasi terlengkap

Mari saya jelaskan :

Ketika konsumen berniat membeli barang, pertama-tama mereka akan mengumpulkan informasi sebagai acuan mengambil keputusan.

  • Hasil riset menunjukkan 57% orang mengunjungi lebih dari 5 situs merek yang berbeda sebelum membeli. Dan 60% dari konsumen melakukan penelitian rata-rata 2 minggu sebelum membeli.
  • Hasil riset e-tailing menemukan 51% orang mengunjungi rata-rata 4 situs sebelum menyelesaikan pembelian.

Bertolak dari data diatas, jelas bahwa online shop yang menyediakan informasi produk mendalam lebih berpeluang menarik minat konsumen.

Tanpa informasi, tidak ada alasan pengunjung tinggal di situs Anda. Dan pengunjung yang pergi jarang kembali.

Pertanyaannya kemudian, dimana tempat terbaik menyediakan informasi produk ?

Jawabannya adalah di halaman produk Anda.

Ketika seseorang berniat belanja online & mengunjungi sebuah halaman produk, dapat dipastikan tujuan utamanya adalah menemukan segala informasi produk, yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan membeli (atau tidak).

Bayangkan bila deskripsi produk Anda cuma berisi 1-2 baris informasi seperti screenshot dibawah:

contoh deskripsi produk

Jika Anda tidak memberi cukup informasi, sama saja Anda tidak memberi konsumen alasan membeli di toko Anda.

Konsumen akan mencari informasi di toko pesaing. Dan lebih sering daripada tidak, mereka juga akan membeli disana.

Karena Anda tidak mau kehilangan calon pembeli, Anda tidak punya pilihan selain menjadi penyedia informasi produk paling lengkap.

Mari saya tunjukkan caranya.

  1. Googling kata kunci ‘toko online [nama produk]’.
  2. Kunjungi semua situs yang ditampilkan di halaman pertama hasil pencarian. Cermati jenis informasi apa saja yang ditampilkan pada deskripsi produk setiap toko.
  3. Pastikan Anda menyediakan informasi yang sama. Lalu tambahkan informasi penting lainnya hingga hasil akhirnya 2 X lebih lengkap dibanding semua pesaing Anda.

(Jika Anda ingin tahu bagaimana cara menulis deskripi produk yang memicu pengunjung membeli, ssegera baca posting ini.)

Sekarang Anda sudah tahu cara memberikan alasan pada konsumen agar belanja di online shop Anda.

Mari kita lihat alasaan berikutnya…

Alasan #2 Mengapa saya harus mempercayai Anda ?

Jujur saja, semua penjual meng-klaim produknya sebagai yang terbaik. Termasuk Anda.

Tapi konsumen hanya akan memilih jika Anda membuktikan diri layak dipercaya. Keraguan adalah perilaku alami konsumen untuk menghindari resiko.

Bagaimana cara membuktikan klaim Anda bisa dipercaya ? :

1. Gunakan foto resolusi tinggi & berukuran besar

Foto bernilai lebih dari 1.000 kata-kata.

Tidak ada bukti yang lebih meyakinkan dalam pemasaran selain tampilan produk itu sendiri.

Sejumlah peneliti dari Victoria University of Wellington, Selandia Baru menemukan, orang lebih mempercayai klaim yang disertai foto daripada yang tidak, bahkan ketika klaim itu palsu.

Semakin tinggi kualitas foto, semakin besar pengaruhnya terhadap keputusan membeli konsumen.

Saya telah menulis posting khusus mengenai syarat-syarat foto produk yang memicu pengunjung membeli. Pada newsletter ini saya hanya akan menunjukkan sebuah contoh visual :

 

 

contoh foto produk dropshipping 2

Mana diantara 2 foto diatas yang lebih meyakinkan ?

2. Gunakan data pendukung dalam deskripsi produk

Katakanlah Anda memasarkan helm, dan Anda mengklaim helm itu mampu melindungi kepala pengendara dari benturan keras.

Helm [nama merek] terbukti dapat melindungi kepala pengendara motor dari segala benturan saat terjadi kecelakaan.

Mari kita terima kenyataan, bahwa tidak seorang pun didunia ini yang mau mempercayakan keselamatan kepalanya pada klaim semata.

Bahkan jika Anda memasarkan produk yang tidak menyangkut nyawa, bukti tetap menjadi syarat utama konsumen mempercayai Anda (Berpisah dengan uang bagi mayoritas orang Indonesia sama beratnya berpisah dengan nyawa).

Berikut solusinya.

Mengambil contoh helm diatas, Anda cukup menambahkan data pendukung kedalam deskripsi produk untuk membuatnya lebih dipercaya :

Helm [nama merek] akan melindungi kepala Anda saat terjadi kecelakaan, karena terbuat dari bahan QRS pada bagian luar dan bahan XYZ dibagian dalam, yang terbukti lewat uji laboratorium ITB tetap kokoh meski mengalami tekanan 1600 psi.

Perhatikan baik-baik, pada contoh fiktif diatas saya menampilkan 2 jenis bukti kredibel.

  1. Fitur yang menyebutkan bahan dasar produk.
  2. Otoritas pihak ketiga (nama lembaga atau ahli terkenal)

Menyebutkan bahan dasar produk biasanya sudah cukup untuk menumbuhkan kepercayaan konsumen.

Dan setelah kepercayaan konsumen tumbuh, mereka tinggal butuh satu alasan lagi sebelum menekan tombol add to chart.

Alasan #3 Mengapa saya harus membeli sekarang ?

Alasan terakhir ini mungkin jadi penentu nasib bisnis Anda.

Produk Anda boleh menjanjikan manfaat besar, bukti kredibel, tapi semuanya akan sia-sia jika konsumen tidak membeli saat itu juga

Konsumen yang menunda pembelian sama dengan orang yang tidak membeli.

Banyak alasan mengapa konsumen menunda pembelian meski telah menaruh produk kedalam keranjang belanja. Kadang-kadang gangguan seperti notifikasi di facebook sudah cukup mengalihkan perhatian mereka.

Karena itu Anda harus memberikan alasan yang mendorong konsumen membeli saat mereka berada dihalaman produk.

Anda mungkin sudah tahu, atau pernah mencoba 2 cara berikut ?

  1. Menawarkan diskon terbatas waktu
  2. Menampilkan stok barang tersisa

Urgensi berupa batas waktu & kelangkaan lumayan efektif, tapi juga memiliki kelemahan.

Dalam jangka panjang diskon menurunkan loyalitas konsumen (setelah Anda berhenti diskon, konsumen akan berburu diskon di tempat lain). Terlalu sering menawarkan diskon juga dapat mendevaluasi nilai produk dimata konsumen.

Sementara trik kelangkaan punya stigma buruk karena penjual nakal sering menyalahgunakannya.

Sebagai gantinya, saya akan berbagi satu teknik copywriting favorit saya dalam menulis deskripsi produk.

Teknik ini bermula dari satu ide sederhana :

Anda memberitahu konsumen kalau mereka termasuk salah satu yang beresiko, jika tidak membeli produk sekarang juga.

Tapi sebelum menggunakan trik ini, terlebih dahulu Anda menyiapkan data berupa hasil penelitian (statistik).

Jangan panik mendengar kata statistik, sebab Anda bisa memperolehnya dalam hitungan menit via Google.

Setelah data tersedia, Anda tinggal menambahkannya kedalam deskripsi produk.

Anda pasti bertanya-tanya, data seperti apa ?

Karena saya tahu Anda lebih cepat mengerti lewat contoh, berikut 3 contoh penggunaan trik ini :

Contoh 1.

Sari buah delima XYZ mengandung anti oksidan tinggi yang dapat mencegah Anda terkena kanker, sebab menurut data IDI tahun 2014, 1 dari 5 orang Indonesia bersiko terkena kanker. Dengan mengkonsumsi sari buah delima 1 sachet/hari mulai sekarang, Anda tidak akan termasuk salah satu dari lima orang tersebut.

Contoh 2.

Alarm elektornik XYZ dapat menghindarkan Anda menjadi salah seorang dari 60 korban pencurian motor /hari (data POLRI, 2014).

Contoh 3.

Setiap bulan rata-rata potensi terjadinya kebakaran rumah adalah 1 per- 1.000 rumah menurut statistik Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta. Tapi Anda tidak perlu khawatir 1 dari 1.000 itu adalah rumah Anda jika Anda menyediakan tabung pemadam kebakaran XYZ sekarang juga.

Perhatikan kalimat yang saya tebalkan.

Mengutip statistik dalam deskripsi produk, membangun persepsi bahwa konsumen termasuk salah seorang yang paling potensial mengalami kerugian.

Ketakutan memicu urgensi.

Pada akhirnya urgensi memicu konsumen mengambil tindakan segera untuk melindungi diri, sebab menunda sama saja meningkatkan peluang mereka menjadi korban.

Selama berabad-abad produsen telah menggunakan ketakutan sebagai senjata pemasaran yang efektif. (Kakak perempuan saya meminum Anlene setiap hari, karena iklannya terus menakuti-nakuti dia sebagai yang paling beresiko terkena osteoporosis).

Sekarang lihat kembali deskripsi produk Anda.

Pikirkan satu jenis ketakutan yang bisa mendorong konsumen segera membeli produk Anda (Proses ini seharusnya mudah bagi Anda sebagai pemilik produk)

Berikut bonus satu contoh lagi.

Katakanlah Anda menjual obat kuat.

Salah satu  kekhawatiran yang memicu orang mengkonsumsi obat kuat adalah ancaman retaknya keharmonisan rumah tangga.

Nah, Anda bisa meningkatkan urgensi dengan mengutip statistik tingginya angka perceraian yang disebabkan oleh disfungsi sexual suami.

Ide tidak terbatas.

Menerapkan trik ini relatif mudah jika Anda mau meluangkan waktu dan membuka pikiran Anda. Sedikit kerja keras hari ini akan membayar Anda berlipatganda dimasa depan.

FYI, Anda bisa mengetahui lebih banyak trik-trik menulis deskripsi produk yang memicu pengunjung membeli pada ebook terbaru saya : LARIS (Panduan Lengkap Halaman Produk Yang Mengkonversi Pengunjung ke Pembeli).

Sampai disini Anda telah mengetahui 3 alasan mengapa konsumen membeli.

Anda juga sudah mengetahui praktek-praktek terbaik untuk menghadirkan ketiga alasan tersebut, sehingga Anda lebih berpeluang mendapatkan uang konsumen daripada pesaing.

Tapi ingat, tidak ada perubahan tanpa tindakan.

Jadi saya telah menyiapkan tugas buat Anda.

Pekerjaan rumah…

Selama 7 hari kedepan saya ingin Anda menyelesaikan tugas berikut :

  1. Sediakan informasi produk 2 X lebih lengkap dari seluruh pesaing Anda
  1. Gunakan foto produk ukuran besar & beresolusi tinggi, serta data pendukung yang membuktikan keunggulan produk
  1. Gunakan data statistik untuk meningkatkan urgensi

Jangan ragu menghubungi saya bila menemui kesulitan. Saya membaca semua email yang masuk via halaman kontak.

Dan pastikan Anda tetap berlangganan newsletter Writepreneurs, karena minggu depan saya akan berbagi lebih banyak lagi cara memasarkan produk via online.

Have a great day 🙂

Rusdianto | CCO Writepreneur Media

OLSHOP ANDA MINIM PENGUNJUNG & SEPI ORDER ?
Langganan Newsletter Saya (GRATIS)

Dapatkan trik-trik rahasia & terbukti berhasil mendongkrak penjualan olshop - Dikirim berkala lansung ke inbox Anda. Cukup daftarkan nama & email pada form dibawah :